Bimbingan Teknis Pencatatan dan Pelaporan Program Balita di Era Integrasi Layanan Primer (ILP)
Bimbingan Teknis Pencatatan dan Pelaporan Program Balita di Era Integrasi Layanan Primer (ILP)
Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Kebumen melalui Tim Kerja Kesehatan Keluarga dan Gizi Masyarakat menyelenggarakan kegiatan Bimbingan Teknis Pencatatan dan Pelaporan Program Balita pada hari Senin, 20 Januari 2024 di Hotel Trio Azana Style Kebumen yang dihadiri oleh seluruh Programmer Balita Puskesmas dan Rumah Sakit di Kabupaten Kebumen. Kegiatan ini bertujuan untuk mengoptimalkan sistem pencatatan dan pelaporan balita sehingga diperoleh data balita yang objektif, representative, up to date dan relevan. Data tersebut kemudian dilakukan analisa sehingga menghasilkan informasi yang dapat mendeteksi masalah kesehatan pada balita sedini mungkin. Dalam kegiatan tersebut diisi oleh beberapa narasumber, yaitu Tri Subaeti, S.ST, M.KM Ketua Tim Kerja Kesehatan Keluarga dan Gizi Masyarakat Dinkes PPKB Kebumen dengan materi Skrining Balita di Era Integrasi Layanan Primer (ILP), yang meliputi skrining pertumbuhan, skrining riwayat, skrining perkembangan, skrining telinga dan mata, skrining gigi, skrining thalasemia, skrining tuberkulosis, skrining diabetes. Narasumber selanjutnya disampaikan oleh dr. Uskar Yulinanto, M.M Kepala Puskesmas Ambal 1 dengan materi dukungan Sistem Informasi Manajemen Puskesmas (SIMKES) untuk implementasi ILP. Harapannya dengan SIMKES tersebut dapat memudahkan pencatatan dan pelaporan ILP di luar gedung. Di akhir acara, dr. Aurina Widya Hapsari selaku Kepala Bidang Pelayanan dan Kesehatan Masyarakat Dinkes PPKB Kebumen menyampaikan diharapkan agar semua Puskesmas dapat menggunakan layanan SIMKES dalam pencatatan dan pelaporan. Beliau juga menyampaikan Program Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG) akan mulai Tahun 2025 ini dengan salah satu sasarannya adalah Balita. Program ini memanfaatkan momen ulang tahun sebagai waktu yang tepat untuk melakukan pemeriksaan kesehatan sejak dini. Dengan deteksi dini, diharapkan masyarakat lebih sehat, produktif, dan mengurangi beban layanan kesehatan di rumah sakit.