Penguatan Surveilans PD3I Acute Flaccid Paralysis (AFP) dan Respons KLB/Wabah Kabupaten Kebumen Tahun 2026
Penguatan Surveilans PD3I Acute Flaccid Paralysis (AFP) dan Respons KLB/Wabah Kabupaten Kebumen Tahun 2026
Dinas Kesehatan PPKB Kabupaten Kebumen menyelenggarakan kegiatan Penguatan Surveilans Penyakit yang Dapat Dicegah dengan Imunisasi (PD3I) Acute Flaccid Paralysis (AFP) dan Respons KLB/Wabah Kabupaten Kebumen Tahun 2026 selama dua hari, pada 28–29 Juli 2026, bertempat di Hotel Mexolie Kebumen. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas tenaga kesehatan dalam memperkuat sistem surveilans, deteksi dini, serta respons cepat terhadap kejadian luar biasa (KLB) dan wabah.
Pada hari pertama, Selasa (28/7/2026), kegiatan diikuti oleh petugas surveilans Puskesmas dan RS, dokter puskesmas serta direktur pelayanan rumah sakit se-Kabupaten Kebumen. Peserta memperoleh materi mengenai Surveilans PD3I, khususnya Acute Flaccid Paralysis (AFP) serta Respons KLB/Wabah yang menitikberatkan pada pentingnya penemuan kasus secara dini, pelaporan yang tepat waktu, investigasi epidemiologi, dan koordinasi lintas fasilitas pelayanan kesehatan dalam pengendalian penyakit menular.
Memasuki hari kedua, Rabu (29/7/2026), kegiatan difokuskan pada Hospital Record Review (HRR) yang diikuti oleh petugas surveilans dan petugas rekam medis rumah sakit. Melalui kegiatan ini, peserta melakukan telaah rekam medis untuk mengidentifikasi kemungkinan kasus AFP yang belum terlaporkan ke sistem surveilans. Hospital Record Review merupakan salah satu strategi penting dalam meningkatkan sensitivitas surveilans AFP sebagai bagian dari upaya mempertahankan status bebas polio di Indonesia.
Kegiatan menghadirkan narasumber Agus Priyana, S.KM, M.Kes dari PAEI (Perhimpunan Ahli Epidemiologi Indonesia) serta Ania Maharaani, S.KM dari Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah yang menyampaikan materi, berbagi pengalaman, serta memberikan penguatan teknis terkait implementasi surveilans PD3I dan penanganan KLB/Wabah di tingkat daerah.
Melalui kegiatan ini, Dinas Kesehatan PPKB Kabupaten Kebumen berharap kapasitas tenaga surveilans di puskesmas maupun rumah sakit semakin meningkat sehingga sistem surveilans dapat berjalan lebih sensitif, berkualitas, dan responsif. Sinergi antara fasilitas pelayanan kesehatan dan seluruh pemangku kepentingan diharapkan mampu mendukung deteksi dini, pelaporan yang cepat, serta respons yang efektif terhadap potensi KLB/Wabah demi melindungi kesehatan masyarakat Kabupaten Kebumen.
