Tim Peneliti OMMHA Paparkan Hasil Pemetaan Layanan Kesehatan Jiwa Kabupaten Kebumen
Tim Peneliti OMMHA Paparkan Hasil Pemetaan Layanan Kesehatan Jiwa Kabupaten Kebumen
Tim Peneliti One Map for Mental Health Atlas (OMMHA) pada hari Selasa, 29 September 2026 memaparkan hasil pemetaan layanan kesehatan jiwa di Kabupaten Kebumen. Kegiatan ini bertempat di Hotel Grand Kolopaking dan dibuka oleh Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkes PPKB) Kabupaten Kebumen, dr. Iwan Danardono, Sp.Rad., M.M.R., serta dihadiri oleh anggota Kelompok Penasehat Penelitian OMMHA dan Tim Teknis Pengembang Atlas Layanan Kesehatan Jiwa Kabupaten Kebumen.
Penelitian OMMHA merupakan penelitian kolaboratif yang diselenggarakan oleh Pusat Rehabilitasi YAKKUM, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Kementerian Kesehatan RI, Universitas Atma Jaya Jakarta, dan University of Sydney, dengan dukungan dari KONEKSI – DFAT. Penelitian ini dilaksanakan di Kabupaten Kebumen dengan melibatkan Pemerintah Daerah, penyedia layanan kesehatan jiwa, akademisi, komunitas, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya di Kabupaten Kebumen.
Dalam sambutannya, dr. Iwan Danardono menyambut baik hasil dari pemetaan ini “Harapan kami, Atlas yang disusun ini benar-benar sesuai kebutuhan dan memberikan manfaat nyata bagi layanan kesehatan jiwa di Kabupaten Kebumen. Lebih dari itu, model pemetaan ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi kabupaten lain untuk mengembangkan inisiatif serupa di wilayahnya masing-masing," ujar dr. Iwan Danardono.
Disampaikan oleh Tim Peneliti OMMHA bahwa hasil pemetaan menunjukkan bahwa layanan kesehatan jiwa telah tersedia di seluruh kecamatan di Kabupaten Kebumen. Jenis-jenis penyedia layanannya pun beragam, mencakup sektor kesehatan, sosial, keagamaan, komunitas, hingga praktisi individu berbasis tradisional/agama dan hipnoterapi. Dari seluruh penyedia layanan tersebut, Puskesmas dan Kader tercatat sebagai penyedia layanan kesehatan jiwa yang paling banyak muncul dari hasil pemetaan. Sementara itu, jenis-jenis layanan kesehatan jiwa yang ditemukan juga bervariasi antar penyedia layanan, meliputi layanan rawat jalan, rawat inap, perawatan harian, aksesibilitas, hingga layanan informasi.
Peneliti OMMHA juga mengidentifikasi karakteristik pengguna layanan di tiap-tiap penyedia layanan tersebut, di mana sebagian besar tidak ada batasan usia dan jenis kelamin yang dilayani. Namun demikian, terdapat variasi kecenderungan karakteristik klien yang dilayani, di mana untuk layanan rawat jalan cenderung bisa diakses oleh laki-laki maupun perempuan dari semua kelompok umur. Sedangkan untuk layanan rawat inap, pada beberapa penyedia layanan hanya menerima klien perempuan saja atau laki-laki saja. Demikian halnya dengan variasi kelompok usia yang dilayani.
Dari hasil pemetaan juga diketahui gambaran pembiayaan untuk layanan kesehatan jiwa, di mana layanan Rumah Sakit dan Puskesmas umumnya telah ditanggung BPJS Kesehatan, sedangkan layanan yang disediakan oleh Kader, Komunitas, dan Praktisi Individu sebagian besar menyatakan tidak berbayar atau secara sukarela.
Salah satu temuan menarik yang muncul dari hasil pemetaan adalah persepsi mengenai layanan kesehatan dan non-kesehatan, di mana sebagian besar praktisi kesehatan jiwa berbasis tradisional/agama, hipnoterapi, dan komunitas menyatakan bahwa layanan kesehatan dan layanan non-kesehatan sifatnya saling melengkapi. Tidak ditemukan anggapan bahwa peran mereka sebagai pengganti pengobatan medis, melainkan dua pendekatan yang saling mendukung proses pemulihan klien/pasien.
Selain memaparkan hasil pemetaan, Tim Peneliti OMMHA juga menampilkan Peta Layanan Kesehatan Jiwa Kabupaten Kebumen. Peta ini menyajikan profil, lokasi, dan kapasitas berbagai penyedia layanan kesehatan jiwa yang teridentifikasi dalam pemetaan. Saat ini, peta masih dalam tahap finalisasi dan akan terus disempurnakan hingga tahap akhir Penelitian OMMHA.
Kegiatan selanjutnya setelah pemetaan layanan adalah analisis pemanfaatan layanan. Kegiatan ini akan diawali dengan wawancara mendalam dan FGD yang melibatkan berbagai pihak pada bulan Oktober 2026. Hasil analisis ini akan digunakan untuk mendeskripsikan pola layanan, navigasi pasien, dan pemanfaatan layanan kesehatan jiwa yang ada di Kabupaten Kebumen, baik pada layanan berbasis kesehatan (fasilitas kesehatan formal) maupun layanan non-kesehatan, dari sudut pandang pasien, keluarga, tenaga kesehatan, dan pembuat kebijakan.
Disampaikan oleh Principal Investigator Penelitian OMMHA, Ignatius Praptoraharjo, Ph.D bahwa dalam melangkah ke tahap selanjutnya, Tim Peneliti masih terus membutuhkan dukungan dari berbagai pihak demi kelancaran dan keberhasilan pelaksanaan Penelitian OMMHA hingga tahap akhir.
