Dinas kesehatan PPKB Kebumen Evaluasi Instrumen Visitasi Praktik Mandiri Tenaga Kesehatan
Dinas kesehatan PPKB Kebumen Evaluasi Instrumen Visitasi Praktik Mandiri Tenaga Kesehatan
KEBUMEN, DINKES PPKB – Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes PPKB) Kabupaten Kebumen menyelenggarakan Rapat Evaluasi Pelaksanaan Visitasi Praktik Mandiri Tenaga Medis dan Tenaga Kesehatan di Aula 2 Dinkes PPKB, Rabu (05/08/2026). Kegiatan ini digelar guna memperkuat komitmen bersama dalam meningkatkan mutu pelayanan kesehatan serta penjaminan keselamatan pasien (patient safety) di wilayah Kabupaten Kebumen.
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Ketua Tim Visitasi Dinkes PPKB Kebumen, dr. Rudi Prihartono. Dalam pembukaannya, dr. Rudi menyampaikan bahwa pelaksanaan visitasi merupakan fungsi pembinaan dan pengawasan secara berskala guna memastikan seluruh fasilitas pelayanan kesehatan mandiri telah memenuhi standar operasional dan perundang-undangan yang berlaku.
"Visitasi bukan sekadar pemenuhan tahapan administrasi perizinan, melainkan instrumen penting dalam menjaga mutu serta kualitas pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Melalui evaluasi berkala ini, kita ingin memastikan setiap sarana praktik mandiri aman, tertib administrasi, dan sesuai standar," tegas dr. Rudi dalam sambutannya.
Rapat evaluasi tersebut dihadiri secara komprehensif oleh perwakilan jajaran kepengurusan 6 (enam) Organisasi Profesi (OP) kesehatan Kabupaten Kebumen, yaitu:
-
Ikatan Dokter Indonesia (IDI)
-
Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI)
-
Ikatan Bidan Indonesia (IBI)
-
Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)
-
Ikatan Fisioterapis Indonesia (IFI)
-
Persatuan Terapis Gigi dan Mulut Indonesia (PTGMI)
Penyelarasan dan Penyempurnaan Checklist Visitasi
Agenda utama dalam pertemuan strategis ini berfokus pada penyelarasan dan penyempurnaan instrumen checklist kelayakan praktik mandiri. Pembahasan mencakup kesesuaian standar pemenuhan sarana dan prasarana, ketersediaan kelengkapan peralatan medis, tata kelola limbah B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun) medis, hingga ketaatan pemenuhan Dokumen Standar Operasional Prosedur (SOP) pelayanan.
Melalui forum diskusi ini, Dinkes PPKB bersama seluruh perwakilan organisasi profesi berkolaborasi mengevaluasi hasil temuan lapangan dari kegiatan visitasi yang telah berjalan. Langkah interaktif ini diharapkan dapat menghasilkan kesamaan persepsi serta standarisasi tata cara penilaian perizinan praktik mandiri agar ke depan proses visitasi semakin transparan, akuntabel, dan efisien.
Dengan terjalinnya koordinasi yang solid antara pemerintah daerah dan organisasi profesi, Dinkes PPKB Kebumen berkomitmen untuk terus mendorong seluruh tenaga medis dan tenaga kesehatan dalam menjalankan praktik mandiri yang profesional dan berorientasi pada keselamatan masyarakat.
