Evaluasi dan Penguatan ILP, Upaya Wujudkan Pelayanan Primer Berkualitas di Puskesmas Ayah II
Evaluasi dan Penguatan ILP, Upaya Wujudkan Pelayanan Primer Berkualitas di Puskesmas Ayah II
Upaya memperkuat kualitas pelayanan kesehatan primer terus dilakukan Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes PPKB) Kabupaten Kebumen. Salah satunya melalui Monitoring dan Evaluasi (Monev) Integrasi Pelayanan Kesehatan Primer (ILP) di Puskesmas Ayah II, Rabu (2/9/2026).
Kegiatan ini menjadi momentum untuk melihat secara langsung sejauh mana pelaksanaan ILP telah berjalan di Puskesmas Ayah II, sekaligus mengidentifikasi berbagai aspek yang masih perlu diperkuat. Monev dilaksanakan oleh Tim ILP Dinkes PPKB Kabupaten Kebumen sebagai bagian dari upaya memastikan transformasi pelayanan kesehatan primer dapat diterapkan secara optimal dan berkesinambungan.
Dalam kegiatan tersebut, Puskesmas Ayah II memaparkan pelaksanaan ILP yang telah dilakukan, termasuk capaian dan berbagai tantangan yang ditemui dalam pelaksanaan pelayanan. Paparan kemudian dilanjutkan dengan diskusi dan tanya jawab bersama Tim ILP Dinkes PPKB.
Melalui proses diskusi, Tim ILP memberikan masukan dan saran terhadap sejumlah hal yang masih perlu ditingkatkan. Evaluasi tersebut diharapkan dapat menjadi bahan tindak lanjut bagi Puskesmas Ayah II dalam melakukan perbaikan dan penguatan pelaksanaan ILP ke depan.
Monev tidak hanya menjadi sarana untuk menilai capaian, tetapi juga menjadi ruang untuk berbagi pengalaman, mengidentifikasi kendala, serta menemukan langkah perbaikan yang dapat diterapkan di tingkat puskesmas. Dengan demikian, pelaksanaan ILP diharapkan semakin mampu menghadirkan pelayanan kesehatan yang terintegrasi dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Dinkes PPKB Kabupaten Kebumen terus mendorong agar pelaksanaan ILP di seluruh puskesmas berjalan secara optimal. Penguatan pelayanan kesehatan primer menjadi langkah penting dalam menghadirkan pelayanan yang lebih terpadu, mudah diakses, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat, mulai dari upaya promotif dan preventif hingga pelayanan kuratif sesuai kewenangan fasilitas kesehatan tingkat pertama.
