Dinas Kesehatan PPKB Kebumen Validasi Data Penyakit Potensial KLB dan Perkuat Surveilans melalui SKDR untuk Deteksi Dini KLB
Dinas Kesehatan PPKB Kebumen Validasi Data Penyakit Potensial KLB dan Perkuat Surveilans melalui SKDR untuk Deteksi Dini KLB
Pada Kamis, 10 September 2026, Dinas Kesehatan PPKB Kabupaten Kebumen melaksanakan kegiatan Validasi Data Penyakit Potensial KLB dan Penguatan Surveilans melalui Sistem Kewaspadaan Dini dan Respons (SKDR) di Hotel Mexolie.
Kegiatan dibuka oleh langsung Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan PPKB Kabupaten Kebumen, dr. Aris Ekosulistiyono, M.M. dan diikuti secara luring oleh petugas surveilans dari seluruh puskesmas serta rumah sakit yang menjadi unit pelapor SKDR di Kabupaten Kebumen.
Penguatan surveilans melalui SKDR menjadi bagian penting dalam meningkatkan kemampuan deteksi dini terhadap penyakit yang berpotensi menimbulkan Kejadian Luar Biasa (KLB). Sistem pelaporan yang cepat, lengkap, dan akurat diperlukan agar setiap peningkatan kasus dapat segera dianalisis dan ditindaklanjuti sesuai dengan tingkat risikonya.
Pada kegiatan tersebut, Ania Maharani, SKM dari Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah hadir sebagai narasumber secara daring. Materi yang disampaikan berfokus pada penguatan pemahaman dan pelaksanaan SKDR, termasuk pentingnya kualitas pelaporan serta validitas data penyakit potensial KLB sebagai dasar dalam pengambilan keputusan kesehatan masyarakat.
Validasi data dilakukan untuk memastikan kesesuaian antara data yang dilaporkan melalui SKDR dengan kondisi di lapangan maupun sumber data surveilans lainnya. Proses tersebut diharapkan dapat meminimalkan perbedaan pencatatan, meningkatkan kelengkapan dan ketepatan waktu pelaporan, serta memperkuat kualitas informasi epidemiologi.
Melalui kegiatan ini, Dinas Kesehatan PPKB Kabupaten Kebumen mendorong seluruh unit pelapor untuk meningkatkan konsistensi pelaporan SKDR dan memperkuat koordinasi apabila ditemukan sinyal kewaspadaan atau peningkatan kasus yang berpotensi berkembang menjadi KLB. Penguatan SKDR diharapkan mampu mendukung terwujudnya surveilans yang responsif, berbasis data, dan berorientasi pada tindakan, sehingga potensi kejadian luar biasa dapat dikenali sedini mungkin dan direspons secara cepat, tepat, dan terkoordinasi.
