LAUNCHING INTEGRASI LAYANAN PRIMER (ILP), SIMKES (SISTEM INFORMASI MANAJEMEN KESEHATAN, PENYERAHAN BANKEU PMT DAN SARPRAS KESEHATAN DI KABUPATEN KEBUMEN
LAUNCHING INTEGRASI LAYANAN PRIMER (ILP), SIMKES (SISTEM INFORMASI MANAJEMEN KESEHATAN, PENYERAHAN BANKEU PMT DAN SARPRAS KESEHATAN DI KABUPATEN KEBUMEN
Wakil Bupati Kebumen, Hj. Ristawati Purwaningsih, S.ST.,M.M melaunching Integrasi Layanan Primer, SIMKES (Sistem Informasi Manajemen Kesehatan), Penyerahan Bantuan Keuangan berupa Pemberian Makanan Tambahan dan Sarana Prasarana Kesehatan di Aula RSUD dr. Soedirman Kebumen. Acara dihadiri oleh Ketua TP PKK, Sekda, Asisten 1, Inspektur dan Kepala OPD terkait, Dinkes Prov Jateng, Balkesmas Wilayah Magelang, Camat, Kepala Puskesmas, Kepala Desa dan Ketua Posyandu Pilot Project ILP (21/05/2024).
Kementerian Kesehatan bekerja sama dengan kementerian lain melakukan transformasi sistem pelayanan kesehatan primer yang bertujuan untuk mendekatkan layanan kesehatan berkualitas kepada masyarakat melalui integrasi semua program yang ada. Integrasi layanan primer berfokus pada tiga hal yang pertama adalah penerapan siklus hidup, yang kedua fokus dari integrasi layanan, dan yang ketiga memperkuat pemantauan wilayah melalui digitalisasi dan pemantauan melalui dashboard situasi kesehatan perdesa. Layanan primer adalah layanan dasar yang dilakukan oleh puskesmas. Integrasi dilakukan ke semua program termasuk FKTP (Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama) lainnya sampai dengan pustu dan posyandu.
Pelaksanaan Integrasi Layanan Primer di Kabupaten Kebumen akan dilaksanakan di 35 puskesmas, dengan uji coba di 7 puskesmas (Puskesmas Kutowinangun, Puskesmas Pejagoan, Puskesmas Alian, Puskesmas Petanahan, Puskesmas Karangsambung, Puskesmas Karanggayam 1 dan Puskesmas Ambal 1), 7 pustu dan 29 posyandu.
Untuk mendukung hal tersebut diperlukan suatu sistem informasi. Salah satu sistem informasi yang dikembangkan di Kabupaten Kebumen ialah SIMKES (Sistem Informasi Manajemen Puskesmas). SIMKES merupakan sistem informasi rekam medis elektronik yang bertujuan untuk meningkatkan mutu pelayanan kesehatan, mewujudkan penyelenggaraan dan pengelolaan rekam medis yang berbasis digital dan terintegrasi.
Selain itu, sebagai salah satu upaya penanggulangan masalah gizi, Kabupaten Kebumen mendapatkan alokasi dari Provinsi Jawa Tengah untuk pelaksanaan kegiatan PMT berbahan pangan lokal melalui Bantuan Keuangan Penanggulangan Masalah Gizi sejumlah Rp 9.745.095.000,- (sembilan milyar tujuh ratus empat puluh lima juta Sembilan puluh lima ribu rupiah) untuk sasaran balita sejumlah 12.538 balita.
Sebagai upaya pemenuhan sarana dan prasarana kesehatan, pada tahun 2024 sejumlah 6 puskesmas menerima pusling yang terdiri dari 4 pusling roda 4 untuk Puskesmas Mirit, Puskesmas Ambal I, Puskesmas Adimulyo, Puskesmas Gombong II dan 2 pusling roda 2 untuk Puskesmas Bonorowo dan Puskesmas Puring.
