PEMBERIAN DESINFEKSI DALAM PENGENDALIAN LEPTOPIROSIS
PEMBERIAN DESINFEKSI DALAM PENGENDALIAN LEPTOPIROSIS
Pemberian Desinfeksi Penampungan Air dan Badan Air Alami
a. Cara kerja pengukuran Klorin di penampungan air dan badan air (kolam dan genangan air penduduk)
1) Pengukuran kadar klorin dilakukan segera sebelum dan setelah sodium hipoklorit ditambahkan dalam air, untuk menilai efektifitas klorin;
2) Dilakukan pemeriksaan residu klorin; Pemeriksaan dilakukan dengan Total Chlorine Test Kit* secara kolorimetri.
b. Cara kerja pemberian desinfektan dipenampungan air setiap kasus Leptospirosis
1) Setelah wawancara dan obeservasi lingkungan rumah dilakukan pemberian sodium hipoklorit di penampungan air kasus Leptospirosis, seperti di ember, gentong, bak mandi dan penampungan air lainnya;
2) Setiap penampungan air kasus Leptospirosis (ember, bak dll) Diberi sodium hipoklorit 1% dengan dosis 1ml untuk 4 liter air, atau 1 sendok makan untuk 20 liter air.
3) larutkan terlebih dahulu dalam ember
4) Diamkan selama 24 Jam sebelum digunakan
c. Cara kerja pemberian desinfektan di badan air (kolam dan genangan air) di lingkungan kasus Leptospirosis.
1) Cara kerja perakitan menggunakan chlorine diffuser
a) Pipa PVC berukuran besar panjang 50 cm, diameter 2 inchi dan berukuran kecil, panjang 35 cm, diameter 1 inchi dilubangin dengan paku reng dibagian ruasnya. Pembuatan lubang berjarak 10 cm dari ujung pipa. Lubang sebanyak 5 lubung secara melingkar dan berderet-deret merata dari bagian atas sampai bawah ruas pipa;
b) Untuk pipa besar, salah satu ujung pipa dan pada dua sisinya, jarak 5 cm dari bibir pipa, dilubangi untuk tali;
c) Tali plastik sepanjang 30 cm dimasukan ke lubang ke dua sisi ujung pipa PVC besar yang telah dibuat. Tali tersebut diikatkan secara simpul mati, sehingga tidak mudah lepas;
d) Untuk pipa kecil, diisi campuran 1 gelas pasir dan 1 gelas kaporit dan tutup dengan penutup pipa kecil (dop);
e) Pangkal pipa besar ditutup dop dan diisi pasir sebanyak 1 gelas, kemudian pipa kecil dimasukan ke dalam pipa besar. Pipa besar diisi kembali dengan pasir sampai penuh, sambil diketok-ketok agar terjadi pemampatan;
f) Ujung pipa besar ditutup rapat dengan dop dan alat chlorine diffuser siap digunakan.
2) Cara kerja penempatan chlorine diffuser di badan air alami
a) Chlorine Diffuser ditenggelemkan ke dalam badan air. Untuk badan air dalam (ke dalaman lebih dari 100 cm), Chlorine diffuser ditenggelamkan secara tegak lurus (vertikal) dan talinya dinyatakan pada pasak yang telah disiapkan, sedangkan untuk badan air yang dangkal (kurang dari 50 cm) chlorine diffuser diletakan secara horisontal hingga seluruh alat tenggelam dalam air dan talinya diikatkan pada pasak yang telah disiapkan.
b) Untuk badan air yang luasnya kurang dari 50 m2 diberi 1 buah chlorine diffuser, setiap kelipatan luas badan air ditambah 1 alat chlorine diffuser;
c) Chlorine diffuser efektif membunuh bakteri dalam badan air selama 3 bulan.
Pengelolahan tanah yang terkontaminasi bakteri Leptospirosis patogen. Tanah-tanah basah (becek) yang berpotensi terpapar terhadap bakteri Leptospira dapat sebagai sumber penular bagi para pekerja irigasi, petani tebu, pekerja laboratorium, dokter hewan, pekerja pemotongan hewan, petugas survei dihutan, pekerja tambang. Untuk menghindari penularan maka para pekerja tersebut direkomendasikan untuk memakai pakaian khusus yang dapat melindungi kontak dengan tanah/bahan yang telah terkontaminasi, misal sepatu bot, masker dan sarung tangan. dianjurkan setelah bekerja terutama pekerja laboraturium dan pemotongan hewan untuk mencuci alat-alat kerja dengan sodium hipokhlorit pengenceran 1:4000 atau dengan deterjen.