KADINKES DAN KEPALA PUSKESMAS MENGHADIRI SEMILOKA NASIONAL ADINKES DI YOGYAKARTA

KADINKES DAN KEPALA PUSKESMAS MENGHADIRI SEMILOKA NASIONAL ADINKES DI YOGYAKARTA
Selama tiga hari Asosisasi Dinas Kesehatan seluruh Indonesia, mengadakan Seminar dan Lokakarya (Semiloka) Nasional di Hotel Grand Sahid Yogyakarta. Peserta yang diundang dalam acara tersebut adalah Kepala Dinas Kesehatan Propinsi dan Kabupaten/Kota, Kepala Puskesmas, dan Kepala Laboratorium Kesehatan Daerah. Tema Semiloka tahun ini adalah Penguatan Perencanaan dan Pelaksanaan Upaya Kesehatan Pasca Pandemi COVID-19.
Pra acara dimulai pada hari selasa (2/11) malam dengan sambutan Ketua Adinkes dr. M. Subuh, MPPM, dengan moderator tunggal Dr.Yanri Wijayanti Subronto,Ph.D. Pembicara dan Nara Sumber pada acara tersebut sangat relevan karena para pengambil keputusan di tingkat nasional, yaitu; Wakil Menteri Kesehatan dr. Dante Saksono Harbuwono, Sp.D., Sekretaris Jenderal Kementrian Kesehatan Kunta Wibawa Dasa Nugraha, S.E.,M.A.,Ph.D., Direktur Jenderal Bina Pembangunan Daerah Kemendagri DR. Sugeng Haryono, Dirut BPJS Kesehatan Prof. dr. Ali Ghufron Mukti, M.Sc., Ph.D, AAK. dan pembicara lain yang sangat menguasai di bidangnya.
Hadir sebagai peserta dari Kabupaten Kebumen, Kepala Dinas Kesehatan dengan Ketua dan Pengurus Paguyuban Kepala Puskesmas Kebumen.
Dalam kesempatan terpisah Kadinkes Kebumen dr Budi Satrio sangat sepakat dengan pernyataan Ketua Adinkes tentang peran penting pelayanan primer memutus rantai penularan. Dalam kasus penyakit menular apalagi yang menjadi pandemi, kita tidak bicara keparahan (severity) penyakit, tetapi bicara seberapa cepat dan mudah penyakit tersebut, diikuti pencegahan.
Selanjutnya Kadinkes menyatakan, hal yang luar biasa pada Covid-19 adalah kecepatan menular, kemudahan penularan, serta lamanya masa penularan. Sehingga deteksi dini dengan testing dan tracing harus menjadi prioritas. Apalagi di Kabupaten Kebumen sudah didukung alat PCR dan Antigen yang cukup memadai, serta didukung penuh oleh masyarakat.
Terkait dengan dukungan masyarakat harus dimulai dengan penyadaran masyarakat (social awareness) yang kemudian menjadi kesiap siagaan masyarakat (social readiness).